Tampilkan postingan dengan label REFLEKSI DIRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REFLEKSI DIRI. Tampilkan semua postingan

Lupa Bersyukur


Sore hari tanggal 11 Juni 2013,hati begitu berbunga-bunga,akhirnya penawaran yang sudah lama aku ajukan deal juga pada akhirnya,kontraknya memang tidak seberapa,tapi untuk seorang pengusaha kecil macam saya,kontrak senilai Rp.10.700.000,-sudah lumayan besar.

Begitu DP aku terima yang terpikir adalah segera kirim uang ke Suplier agar barang segera dikirim,dan bisa dipasang tepat waktu,hingga tidak mengecewakan Client ku,
Bergegas aku berangkat menuju ATM setoran Tunai BCA,terdekat dari kantorku di Jalan Tukad Batanghari XI A No 19 Denpasar-Bali,dan yang terdekat adalah ATM di Dekat Swalayan Ayu Nadhi.
Sampai disana ternyata antri..banyak yang mau narik uang dan setor tunai,ketika giliranku tiba,seperti biasa aku agak ceroboh,tidak menghitung dulu jumlah uang tunai yang mau aku setor tunaikan.
Kebetulan uangnya pecahan 50.000 dan dari uang 5.000.000 yang ada aku ambil kira-kira 2 juta rupiah,karena peraturannya setor tunai tidak boleh melebihi 50 lembar uang.

Ternyata begitu uang mulai dihitung sama sang mesin ATM,tiba-tiba berhenti,dan dilayar monitor ATM tertulis "untuk sementara ATM ini tidak dapat digunakan" ,panik dan bingung karena uang sudah terlanjur masuk dan tidak bisa diambil lagi..hufft..tertegun aku di depan ATM,digedor-getor mesin ATM nya diem aja gak mau keluar juga uangnya.
Akhirnya dengan langkah gontai aku keluar dari ruang ATM,tidak tahu harus berbuat apa..yang sempat aku lakukan adalah mencatat no pengaduan BCA centre dan mencoba untuk telpone,mengadukan nasibku..he..he.

Ternyata juga masih harus menahan marah menghadapi operator yang melayani pengaduan,bukan main lamanya hanya untuk mengahandle satu pengaduan nasabahnya yang lagi bingung..gak tahu kali kalau telpon ke operator harus bayar juga,coba bayangkan kalau orang yang lagi kebingungan terus tidak punya pulsa,gimana mereka harus melaporkan nasibnya.
Harusnya untuk Bank sekelas BCA yang keuntungannya luar biasa menyediakan saluran bebas pulsa untuk nasabahnya yang lagi kesusahan karena uangnya ditelan ATM.
Udah gitu dari sekian lama menjawab pertanyaan dari operator,pada akhirnya kita harus disuruh menunggu kira-kira 8 hari kerja untuk menunggu kepastian nasib uang kita kembali atau enggak.

Bukan itu inti dari tulisan ini sebenarnya..kejadian ini membuatku sadar,ternyata lupa bersyukur bisa berakibat fatal..hanya untuk mengucapkan sekedar Alhamdulillah saja belum sempat,saking gembiranya.
akhirnya Allah memberi peringatan dengan kejadian ini.
Perasaan jadi agak tenang karena menyadari bahwa ini bukti kasih sayang Allah swt,masih mau mengingatkan aku untuk bersyukur atas segala Rejeki yang telah aku terima hari ini..pada akhirnya aku serahkan kejadian hari ini pada kehendak Allah,mudah-mudahan dibalik ini ada hikmah lain.

ditulis di Rumah..dibaca dimana saja
Denpasar 12 Juni 2013

dilema


Tanggal 20 Oktober pagi jam 6 WITA,Denpasar masih gelap,sambil menghirup kopi panas yang aku buat sendiri,tiba-tiba HP ku berdering,aku lihat Sasti nama anakku muncul dilayar HP ku,segera kuangkat HP dengan berdebar-debar,karena tumben anakku yang baru usia 9 tahun telpone pagi-pagi "Asalamualaikum anakku yang cantik " seperti biasa aku selalu menyapa anakku jika dia telphone,tapi yang terdengar diseberang sana adalah suara tangisan anakku yang keras,tanpa ngomong sepatah katapun,yang aku dengar adalah suara tangisannya,kaget dan bingung saat itu,akhirnya HP diambil alih oleh istriku "Pah,Sasti tadi habis sholat subuh tanya,mah,papah pulang apa gak nanti pas Qurban? mamah jawab,papahmu belum punya uang buat pulang,langsung sasti nangis keras,mungkin kangen sama papah"kata istriku.
Seperti dilolosi seluruh tulangku,lemas tak berdaya mendengar tangis anakku,anak bungsuku yang cantik dan pintar,yang sejak kecil aku tinggal merantau ke Denpasar untuk bekerja,ingin sekali rasanya aku segera berangkat pulang untuk menemui putri cantikku,tapi beban pekerjaan tidak bisa aku tinggalkan.
Saat ini aku tengah merintis usaha kecil-kecilan setelah 2 tahun yang lalu aku memutuskan untuk berhenti bekerja pada perusahaan tempatku bekerja semula.,saat ini aku benar-benar masih harus berjuang agar bisa punya usaha yang mapan,meskipun hanya dengan modal nekat karena tidak punya modal sama sekali saat mengawali usaha.yang ada hanyalah semangat dan keinginan untuk bisa menafkahi keluarga dan membiayai anak-anakku sekolah.apapun harus aku lakukan agar aku bisa melihat anak-anakku sukses kelak.
"Maaf kan papah nak,bukan papah gak kangen kamu,papah kangen banget sama Sasti,pengin rasanya tiap hari ada dirumah,main sama Sasti,ngantar ke sekolah,nemeni sasti belajar dan lain" aku tahu anakku cemburu dan iri pada teman-temanya disekolah yang tiap hari diantar jemput oleh orang tuanya, "sabar ya nak,papah pasti pulang dalam waktu dekat,doakan papah punya rezeki biar ada ongkos buat pulang.

Denpasar  21 Oktober 2012,dibalik kesedihanku saat ini aku masih bisa bersyukur,tahun ini masih bisa ber Qurban,rasanya ada penghiburan masih bisa berbagi buat sesama,mudah-mudahan Allah Swt memberikan Rezeki yang lebih dan usaha yang sedang aku rintis bisa berkembang sehingga bisa lebih sering berkumpul dengan keluarga dikampung sana.
Buat anakku sasti dan kakak-kakanya Silma dan Ega,papah kerja keras buat kalian,agar kalian tetap bisa sekolah sampai bisa jadi sarjana,tidak seperti orang tuamu yang cuma tamat SMA,mudah-mudahan kalian kelak bisa menjadi anak -anak yang berguna bagi Nusa,bangsa dan agama Islam yang kita cintai,papah rindu kalian semua,juga ibumu nak,papah ingin memeluk kalian semua saat ini,tapi sabarlah doakan papah bisa pulang secepatnya.





 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 PRASASTI |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net