Kisah sesendok Madu
on 11 Mei 2013
Label:
KISAH ISLAMI
/
Comments: (0)
Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warganya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncakbukit ditengah kota. Seluruh warga kota pun memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.
Tetapi dalam pikiran seorang warga kota (katakanlah si A) terlintas suatu cara untuk mengelak, "Aku akan membawa sesendok penuh, tetapi bukan madu.Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungi dari pandangan mataseseorang. Sesendok airpun tidak akan mempengaruhi bejana yang kelak akandiisi madu oleh seluruh warga kota."
Tibalah waktu yang telah ditetapkan. Apa kemudian terjadi? Seluruh bejana ternyata penuh dengan air. Rupanya semua warga kota berpikiran sama dengansi A. Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambilmembebaskan diri dari tanggung jawab.
Kisah simbolik ini dapat terjadi bahkan mungkin telah terjadi, dalam berbagai masyarakat manusia. Dari sini wajar jika agama, khususnya Islam,memberikan petunjuk-petunjuk agar kejadian seperti di atas tidak terjadi:"Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yangmengikutiku (QS 12:108)Dalam redaksi ayat di atas tercermin bahwa seseorang harus memulai daridirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian dia melibatkan pengikut-pengikutnya.
"Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin(pengikut-pengikutmu) (QS 4:84)Perhatikan kata-kata "tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri." NabiMuhammad saw. pernah bersabda: "Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu." Setiap orang menurut beliau adalah pemimpin danbertanggung jawab atas yang dipimpinnya, ini berarti bahwa setiap orangharus tampil terlebih dahulu. Sikap mental demikianlah yang dapat menjadikan bejana sang raja penuh dengan madu bukan air, apalagi racun.
Pelita Hati - M. Quraish Shihab
Sedekah Rombongan
on 9 Mei 2013
Label:
GERAKAN SEDEKAH
/
Comments: (0)
Sebelum ini aku mengenal "Sedekah Rombongan " ketika Komandan sedekah rombongan yaitu Mas Saptuari ketika tampil di acara Kick Andy di Metro TV,kemudia aku coba mencari tahu websitenya di internet..ternyata sepak terjang mereka sangat luar biasa,banyak kegiatan yang menyentuh hati.
Keiklasan mereka dalam menolong sesama,juga pengorbanan waktu dan tenaga,bagi sebagian orang mungkin menyumbang uang atau sedekah menjadi satu hal yang ringan..
Tapi untuk terjun langsung mengelola amanah,mengorbankan waktu kapanpun ada orang yang membutuhkan bantuan,tidak perduli siang dan malam,panas dan hujan,kurir dari sedekah rombongan selalu bergerak dari satu tempat ketempat yang lain,dikota,dipelosok desa bahkan sampai ke lereng pegununganpun mereka terjang ketika ada yang sakit dan membutuhkan bantuan darurat.
Motto mereka "Menyampaikan Titipan langit tanpa rumit,sulit dan berbelit-belit "benar-benar mereka jalankan..hal yang luar biasa karena orang-orang yang terlibat di sedekah Rombongan ternyata bukan orang-orang biasa yang tanpa kesibukan sama sekali...dari profil para kurir yang dikomandani Mas saptuari
ternyata beliau-beliau adalah pemilik usaha yang cukup sukses di jogjakarta.
Kita sepantasnya memberi Apresiasi kepada mereka yang ditengah kesibukannya berbisnis,masih meluangkan waktu untuk berbuat sesuatu bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung,yang sakit tidak punya biaya,yang sakit tapi tidak punya kemampuan untuk berobat dan lain-lain.
Di awal Januari 2013 kebetulan saya mengantar mertua saya berobat ke rumah Sakit Sardjito yogjakarta,saya sempat kagum dan terheran-heran ketika menyaksikan Ambulance yang bertuliskan sedekah Rombongan bersliweran dan hilir mudik di Rumah Sakit Sardjito,ada yang mengantar pasien dan menjemput pasien bahkan ada yang standby untuk mengantar pasien pulang.
Sungguh aku kagum dengan sepak terjang mereka,jika banyak lembaga,atau kumpulan orang seperti mereka ,maka akan semakin banyak orang-orang yang kurang beruntung akan tertolong,minimal beban mereka diringankan.
Akupun sangat ingin ikut menjadi bagian dari orang-orang seperti mereka,sementara ini saya hanya bisa ikut menyisihkan sebagian rejeki yang tidak seberapa untuk ditransfer ke rekening sedekah rombongan semoga bisa ikut meringankan beban orang-orang yang membutuhkan.
Mudah-mudahan Allah Swt selalu memberikan kemudahan,kesehatan dan juga ganjaran pahala untuk anak-anak muda yang luar biasa ini,
Jika ada yang tergerak untuk ikut berpartisipasi silahkan buka website http://www.sedekahrombongan.com.
Denpasar,9 Mei 2013




